Rabu, 18 November 2015

Antara Makalah, KTI dan PKM

Foto: Koleksi Pribadi

Meskipun memiliki perbedaan, tapi pada dasarnya antara Makalah, KTI dan PKM itu memilik kesamaan, yaitu sama-sama rumpun tulisan ilmiah dan penulisannya mengacu pada kaidah-kaidah ilmiah; haru terukur, harus punya landasan, haru ada datanya, harus berbahasa ilmiah. Nah, berikut ini adalah perbedaan secara gamblang antara ketiganya, supaya kamu nggak bingung...


1. Makalah
Secara sederhana, Makalah itu terdiri dari 3 BAB, yaitu :
BAB I : PENDAHULUAN
BAB II : PEMBAHASAN
BAB III : PENUTUP
Aku mengenal Makalah udah sejak SMP, kayaknya kamu juga ya? Dulu, aku belum pandai menghargai karya, makanya kerjanya masih ngasal dan caplok sana caplok sini, hehe. Sekarang, baru nyadar bahwa basic nulis KTI itu memang berasal dari sana.


2. KTI
Sedangkan, KTI yang sering diadakan secara nasional oleh universitas-universitas di Indonesia itu setingkat lebih kompleks dari makalah, yaitu terdiri dari 5 BAB, yaitu :
BAB I : PENDAHULUAN
BAB II : KAJIAN TEORITIS/TINJAUAN TEORITIS/TINJAUAN PUSTAKA/KAJIAN PUSTAKA
BAB III : METODE PENULISAN/METODE PENELITIAN
BAB IV : PEMBAHASAN
BAB V : PENUTUP
Kalau kamu gagal dalam satu keikutsertaan, jangan putus asa! Karena, kamu bisa kembali mengikutsertakan naskahmu dalam LKTI lainnya. Biasanya, setiap bulannya selalu aja ada kampus yang mengadakan LKTI ini. Berbeda dengan PKM yang udah terjadwal.


3. PKM
Kalau PKM, udah pada tahu belum?
Kalau belum, aku kasih tahu nih! PKM itu akronim dari Program Kreativitas Mahasiswa yang diadakan oleh DIKTI setiap tahunnya. Istimewanya PKM adalah karena sistem penyeleksiannya nggak pakai quota. Jadi, sainganmu hanyalah dirimu sendiri. Semua naskah yang layak didanai, akan didanai, nggak peduli berapapun banyaknya. Tapi, untuk menjadi pemenang, prosesnya lumayan juga karena ide tersebut harus dilaksanakan dan ada MONEV (Monitoring dan Evaluasi). Ada 5 bentuk PKM dan masing-masing PKM berbeda format penulisannya.
1. PKM-K (Kewirausahaan)
2. PKM-T (Teknologi)
3. PKM-M (Pengabdian Masyarakat)
4. PKM-P (Penelitian)
5. PKM-AI-GT (Artikel Ilmiah dan Gagasan Tertulis)
Kecuali yang nomor 5, nggak ada MONEVnya. Jadi, kalau gagasanmu layak didanai akan langsung didanai tanpa tindak lanjut dari dikti.

Secara pribadi menurutku PKM lebih mudah diikuti daripada KTI. Karena, sistematika penulisannya sederhana dan to the point. Naskah PKM itu biasanya nggak bertele-tele dan kaya ide, jumlah halamannya pun dibatasi. Mahasiswa di Jawa biasanya sudah sangat familiar dengan kompetisi yang satu ini dan bahkan para MABA (mahasiswa baru)nya sudah diwajibkan membuat PKM.

Which one do you choose of?

*Merasa artikel ini menarik?
Silahkan LIKE,  KOMEN dan SHARE ya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar