| Foto: Koleksi Pribadi |
1. Rancanglah judul yang eye-catching
Dalam suatu perlombaan akan ada puluhan bahkan ratusan naskah yang masuk. Logika sederhananya, nggak mungkin kan para juri sempat membaca semua naskah itu secara keseluruhan? Jadi, menurutmu apa yang WAJIB mencuri perhatian juri pertama kali? Yap! Betul sekali, jawabannya adalah JUDUL. Judul adalah representasi isi KTI kita. Judul juga yang pasti dibaca oleh dewan juri pertama kali. Makanya, rancanglah judul semenarik mungkin dan membuat juri penasaran.
Ketika aku diundang ke Madiun sebagai 15 besar untuk presentasi, saat itu aku baru menyadari bahwa juri sangat penasaran dengan judul KTIku. KOMIK EDUKASI BERBASIS ‘TUNJUK AJAR MELAYU’ SEBAGAI PENANANAM NILAI KEJUJURAN PADA SISWA SEKOLAH DASAR DENGAN MODEL PICTURE AND PICTURE. Para juri sangat tertarik dan tergelitik dengan kata-kata; Tunjuk Ajar Melayu. Dan, ku simpulkan bahwa judul inilah yang mengantarkanku menjadi Juara Favorit saat itu! *Tepuk tangan donk buat akuuu! hehe. Tips ini juga berlaku untuk semua jenis tulisan; Judulmu adalah Pesonamu!
2. Patuhi aturan main
Ini nih yang wajib kamu perhatikan! Sebagus apapun KTImu, kalau kamu nggak patuh pada peraturan, maka akan percuma. Nggak mau donk kalau karyamu sia-sia? Makanya, patuhi aja aturan mainnya. Meskipun sebenarnya kamu tahu ada perarturan yang lebih benar daripada itu, tapi yang perlu diingat, dalam sebuah perlombaan dewan juri adalah RAJA. Jangan sampai naskahmu didiskualifikasi karena hal ini yaa! Ikuti saja aturan mainnya sampai hal-hal terkecil dan tersepele sekalipun.
Dulu, aku pernah ikut lomba nulis Surat Cinta untuk Rektor UR. Karena konsepnya adalah surat cinta, maka keluarlah naluri kreatifku. Selain tulisannya pakai Monotype Cossiva, aku juga pakai latar belakang gambar gulungan kertas gitu dan setelah kuprint, ku lubangi bagian atas kertasnya dan ku ikat pakai pita. Huaaahh... cantik banget kan? Tapi, percuma aja. Karena, aku baru baca dengan detil peraturannya dan ternyata semua yang ku lakukan itu benar-benar MELENCENG. huaahhh!
3.Susunlah latar belakang yang 'greget'
Setelah jatuh cinta pada judulmu, juri pun akan beranjak ke lembar selanjutnya yaitu Latar Belakang. Latar Belakang ini terdapat pada BAB PENDAHULUAN dan berisi tentang masalah dan data yang menjadi alasanmu mengangkat ide KTI tersebut. Latar Belakang ini adalah bagian terpenting kedua setelah judul, makanya di sini kamu harus berhasil meyakinkan dewan juri bahwa solusi permasalah yang kamu gagas memang pantas diacungi jempol.
Dulu, sebelum aku menulis KTI untuk mengikuti pemilihan MAWAPRES (Mahasiswa Berprestasi), aku langsung berguru kepada bang Agus Widodo, sebagai MAWAPRES Nasional pada tahun sebelumnya. Darinya aku banyak belajar tentang penyusunan latar belakang dan urgensinya dalam meyakinkan juri. Banyak banget tulisanku yang ternyata perlu dikoreksi. Nanti di pembahasan khusus tentang Latar Belakang akan ku jelaskan lebih terperinci ya!
4. Dont be Deadline'rs
Sebenarnya, aku juga termasuk deadliners sih, hehee. Tapi, aku sadar kok kalau ini nggak baik dan harus diubah! Salah seorang sahabat pernah menasehatiku seperti ini; "Jangan dibiasakan ya ngirim naskah pas di deadline! Takutnya, juri terburu-buru memeriksa naskahmu. Kirim aja jauh hari sebelum deadline supaya juri lebih punya banyak waktu untuk memeriksa naskahmu!" Setelah aku fikir-fikir, bener banget ya nasehat itu. Karena, kalau udah deadline, biasanya kita akan terburu-buru dan dikhawatirkan keadaan mendadak nggak bersahabat dengan kita. Misalnya, mendadak paket modem habil, laptop lowbat dan mati lampu atau halangan lainnya. Nggak mau kan perjuangan panjang kita gagal total hanya gara-gara beberapa menit aja?
5. Sumber data harus terpercaya
Kalau yang memeriksa tulisanmu itu adalah seorang Doktor atau Professor pasti akan sangat memperhatikan daftar pustaka. Semakin terpercaya sumbernya, maka akan semakin tinggi nilainya. Jangan mengutip teori atau data dari situs yang non paid (gratisan) yaa. Kutiplah dari jurnal, web pemerintah, buku atau hasil penelitian. Karena, sangat disayangkan sekali kalau idemu sudah bagus tapi tidak didukung dengan sumber yang terpercaya. Kehati-hatianmu dalam memilih sumber menunjukkan kalau kamu benar-benar serius mengikuti lomba ini.
*Merasa artikel ini menarik?
Silahkan LIKE, KOMEN dan SHARE ya!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar