| Foto: Koleksi Pribadi |
1. Pengalihan Isu
Sama halnya seperti menulis cerpen atau diary, puisi juga bertujuan untuk merumahkan fikiran dan perasaan. Tapi, dalam puisi, kita tidak mengungkapkannya secara gamblang. Buatlah pembaca berfikir terlebih dulu tentang apa maksud dan makna puisinya. Bahkan, biarkanlah pembaca menjadi multitafsir. Tapi, yang harus dijunjung adalah rambu-rambu; Puisi untuk Sang Pemilik puisi.
Contohnya...
Ungkapan biasa : Hujan turun begitu deras
Ungkapan puisi : Deras adalah puisi hujan
2. Pangkas kata hubung
Semakin minim kata hubung, semakin tegas dan padat puisimu. Awal menulis puisi dulu memang buanyaaak banget kata hubung yang tertulis. Hasilnya, Urutan cerita pun jadi sangat jelas karena pengaruh kata hubung tadi. Pertama kali belajar yan bener-bener belajar nulis puisi itu di Forum Lingkar Pena 2013. Alhamdulillah sekarang sudah jauh lebih mengalir dalam menulis puisi. Kalau dulu sih dalam sehari, bisa jadi hanya mampu nyelesaikan 1 puisi aja.
Contohnya...
Dengan kata hubung : Lidahku menjadi kelu. Karena kata-kata tertahan di tenggorokan. Air mata saja yang bicara
Tanpa kata hubung : Lidah kelu. Kalimat beku. Tangis melagu
3. Susunan kata tak biasa
Aku menganggap puisi seperit games. Semakin rumit urutannya, semakin kita tertantang untuk menyelesaikannya, begitupun pada puisi. Semakin tak bisa sususannya, semakin terasa keajaibannya.
Contohnya...
Susunan biasa : Siapa bilang aku rela melepasmu pergi? Tidak! Aku ini tinggal sebatang kara. Ditinggal olehmu membuatku kembali lara.
Susunan tak biasa : Relakanmu pada pergi, akukah? Bukan! Bukan aku jika rela.
Gimana 3 tips di atas? Kece kan? Kalau di tengah penulisan, kamu mendadak ngerasa buntu, aku cuma sarankan untuk baca buku atau baca apapun yang puitis. Dulu, aku juga begitu; 'Kamu kurang baca buku!' kata bang Asqol, salah satu guru puisiku. Saat itu aku mengelak. 'Enak aja aku dibilang kurang baca buku!' gerutuku. Tapi, ternyata itu benar. Aku sadar dikemudian hari bahwa membaca buku adalah kebutuhan dasar seorang sebelum menulis. Mustahil buntu jika di kepala banyak ilmu.
*Tulisan ini bermanfaat?
Silahkan LIKE, KOMEN dan SHARE.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar